BHARATAYUDHA, adalah sebutan yang di pakai oleh orang indonesia untuk melukiskan perang besar di kurukshetra antara keluarga pandawa melawan kurawa perang ini adalah klimaks dari kisah terkenal dari india yaitu MAHABARATA. kisah ini ditulis pada 1500 SM namun faktanya yang dicatat dalam buku tsb masanya juga lebih awal 2.000 th sebelum penyelesaian bukunya artinya kisah yang ada dalam buku tesebut terjadi pada masa 500 th yang lalu.dan yang membuat saya terkejut adalah ada spekulasi yang berani menyebut kisah mahabarata tsb adalah perang nuklir !!! (wow... edan gak tuh)
Para arkeolog di India menemukan sejumlah bukti yang menunjukan bahwa pernah ada dua perang besar di India yang menggunakan senjata pemusnah massal. penelitian itu dilakukan oleh Michael Cremo dan Dr. Rao. C.S. selama 8 tahun.Cremo tertarik melakukan investigasi dan mendalami kitab suci Wedha dan Jain yang ditulis oleh Walmiki, pendeta India, ribuan tahun yang lalu. mereka mengetahui ternyata lokasi-lokasi yang disebutkan dalam kitab tersebut ternyata ada di India. jadi mereka melakukan penelitian di tempat2 tersebut.mereka mencoba mengupas isi kisah mahabrata, dari awal kejadian, hingga perang bharatayudha.
Tim mereka menggunakan peralatan “penjejak waktu” (Thermoluminenscence Dating Method) dengan menggunakan bahan baku karbon radio isotop. keakuratan umur objek yang diteliti dapat dijejak hingga miliaran tahun kebelakang.dengan menggunakan peralatan canggih tersebut. Dr. Rao menelusuri bukti2 sejarah di lautan, yang berlokasi di teluk gujarat, untuk mengungkap keberadaan kerajaan Dwaraka, yang konon hilang ditelan ombak pada tahun 1443 SM.sementara itu Michael Cremo melakukan penelitian di daratan. di antaranya di Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khuruthresna (lokasi perang bharatayudha).disana para arkeolog menemukan bukti yang mengejutkan.Tanah luas kuruthresna tidak ditumbuhi tumbuhan apapun, karena tercemar radiasi radio aktif. sementara puing-puing bangunan dan sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo tercemar residu radio aktif yang cukup pekat.
menurut Dr. Indrajit, ahli termonuklir yang ikut serta dalam penelitian. radiasi terebut dapat diakibatkan oleh ledakan termonuklir skala besar.dan kejadian tersebut dituliskan dalam kitab weda sebagai berikut (terjemahan bebas)Arjuna yang gagah berani, duduk dalam weimana/vimana (semacam piring) mendarat di tengah air, lalu mengangkat gandewa dan meluncurkan sebatang anak panah yang menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang bersinar terang di atas wilayah musuh.curahannya seperti hujan lebat yang deras, mengepung musuh dengan kekuatan dahsyat.
setelah panah itu tiba pada sasarannya, dalam sekejap sebuah bayangan yang tebal dengan cepat berbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa.angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan rusak, kemudian badai angin yang dahsyat bertiup... disertai debu pasir,burung-burung berdecit seolah langit runtuh dan bumi gonjang ganjingsementara itu diatas langit, matahari seolah-olah bergoyang, panas membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi berguncang, dan gunung-gunung pun bergoyang,
di kawasan tanah yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk.
sungai menjadi kering kerontang.
saat panah meledak, suaranya bagai halilintar, membuat prajurit musuh berjatuhan bagai pohon yang terbakar hangus.akibat yang ditimbulkan oleh senjata arjuna tersebut, tercipta badai api, diikuti ledakan dahsyat yang memancarkan debu beracun
Beberapa Seloka dalam
kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari
‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang
masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk
naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu
Piramid di Mesir (Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir di bawah ini)
dan Amerika Selatan.
untuk memperluas dan memperdalam penelitian, UNICEF dan NASA membantu dengan pemotretan satelit,pemotretan dilakukan di sekitar hulu sungai gangga,
disana para arkeolog menemukan puing-puing bangunan yang telah menjadi batu hangus, yang ketika dicoba untuk dilebur, membutuhkan suhu paling rendah 1.800 derajat celsius. (tanda batu tersebut tercemar radiasi nuklir)
di lain tempat, Dr. Rao menemukan bekas reruntuhan kerajaan Dwaraka berkat bantuan satelit NASA, kerajaan tersebut ditemukan di dasar laut teluk gujarat.disana banyak ditemukan indikator adanya peradaban manusia 15.000 tahun yang lalu. seperti tembikar, pot, guci. uang emas dan tembaga.atas penemuannya DR. Rao dianugrahi “The World Ship Trust Award” dari PBB karena telah berhasil memutus rantai evolusi Darwin.
makan itu darwin !!!! hahaha.... (ups maaf saya terbawa suasana) ^,^
*
Jembatan Alengka. Pemotretan luar
angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang
menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30
Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia
dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana
yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi
Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.


Foto: Sri Rama Bridge hasil pantauan NASA
Citra dari Rama Brige
sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang
tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika
air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.
Foto: Peta Oklo, Republik Gabon
Foto: bekas Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo,
Republik Gabon.
*
Pada tahun 1972, ada sebuah
perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik
Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji
uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya
serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan
ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian,
dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada
masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam
wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang
reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk
akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang
lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang
dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar
pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka
teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat
membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani
masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan
topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir! (wow) :O
sekian dulu dari saya semoga artikel kali ini memberi kita semua inspirasi dan ilmu yang bermanfaat., :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar